“Tutup Sebelum Buka”: Strategi Jitu SD Aisyiyah Unggulan Gemolong Tutup Pendaftaran dalam 5 Jam Terungkap di Forum FKKS/M Jateng

KLATEN – Fenomena “Tutup Sebelum Buka” menjadi sorotan utama dalam kegiatan Rapat Kerja dan Sharing yang digelar oleh Forum Komunikasi Kepala Sekolah/Madrasah (FKKS/M) SD/MI Muhammadiyah-’Aisyiyah Jawa Tengah di Klaten, Jumat (24/1/2026). Di antara berbagai praktik baik yang dipaparkan, strategi SD Aisyiyah Unggulan Gemolong (Sragen) menjadi salah satu yang paling memukau peserta karena keberhasilannya menutup sistem SPMB hanya dalam waktu 5 jam.

Acara bertajuk “Mengembangkan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah –’Aisyiyah” ini dihadiri oleh 163 peserta dari berbagai daerah. Ketua FKKS Jawa Tengah, Pamuji Raharjo, M.Pd., menekankan bahwa sekolah Muhammadiyah harus memiliki sikap haus akan ilmu dan jejaring agar terus bertumbuh.

Rahasia “Keajaiban” 5 Jam SD Aisyiyah Unggulan Gemolong

Dalam sesi berbagi, SD Aisyiyah Unggulan Gemolong mengungkap bahwa kesuksesan SPMB yang sangat singkat tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari Transformasi Bertahap yang terukur. Pihak sekolah membagi perjalanan sukses mereka ke dalam tiga fase utama:

  1. Masa Perintisan Berbasis Dedikasi: Sekolah mengawali langkah dengan mengandalkan semangat juang dan ketulusan para perintis. Pada tahap ini, pengabdian yang tinggi menjadi fondasi utama dalam melayani masyarakat khususnya murid dan wali murid.
  2. Pembangunan Sistem: Menyadari kebutuhan akan profesionalitas, sekolah mulai membangun sistem yang kuat. Digitalisasi dan alur kerja yang rapi mulai diterapkan untuk memastikan setiap calon wali murid mendapatkan pelayanan yang efisien.
  3. Manajemen Berbasis Syariah: Inilah penyempurnaan akhir yang menjadi kunci utama. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam manajemen sekolah, muncul kepercayaan (trust) yang luar biasa dari masyarakat. Kejujuran, transparansi, dan nilai ibadah dalam pelayanan membuat SD Aisyiyah Unggulan Gemolong menjadi pilihan utama hingga kuota terpenuhi hanya dalam hitungan jam sebelum pendaftaran resmi benar-benar dibuka untuk umum secara luas.

H. Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si., dalam arahannya mengingatkan bahwa meski sistem dan metode sangat penting, ruh dan keteladanan guru tetap menjadi penggerak utama perubahan di sekolah.

Melalui forum ini, diharapkan sekolah-sekolah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Tengah mampu melakukan transformasi total di tahun 2026, menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki manajemen yang kokoh dan berkarakter.

“Pada akhirnya, rahasia di balik pendaftaran yang habis dalam hitungan jam bukanlah tentang kecanggihan teknologi semata, melainkan tentang kepercayaan masyarakat yang dibangun di atas fondasi ketulusan. Transformasi menjadi manajemen syariah adalah bukti bahwa kerja keras yang terukur tidak akan pernah mengkhianati hasil. Mari kita jadikan tahun 2026 ini sebagai momentum untuk menjemput ‘keajaiban’ di sekolah masing-masing. Teruslah belajar, teruslah memberi teladan, karena di tangan guru-guru yang bersemangatlah, kejayaan pendidikan Islam akan terus berkibar!”<HumasSDAUG>

Share berita ini !
error code: 522